Deskripsi Industri Perhotelan

Pengertian Hotel

Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutif oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service, room attendant service, uniformed service, Laundering of linens and use of furniture and fixtures.

Ruang Lingkup Usaha Perhotelan

Hotel merupakan wadah yang menyediakan sarana tempat tinggal sementara (akomodasi) bagi umum, yaitu : orang-orang yang datang dengan berbagai ragam tujuan, maksud serta keperluan ke daerah di mana hotel berdomisili.

Hotel memilih domisilinya di tempat-tempat atau di lingkungan daerah yang memiliki potensi untuk dikunjungi, seperti panorama, adat istiadat masyarakat, social, budaya, sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, keagamaan dan pusat kegiatan spiritual dan lain-lain. Hotel sebagai tempat tinggal sementara harus dapat mencerminkan pola kebudayaan masyarakatnya dalam arti yang luas. Hotel diharapkan dapat mencerminkan suasana hunian yang dinamis, kreatif, serta dapat menciptakan suasana yang homogeny di tengah-tengah suasana yang heterogen di daerah di mana hotel berlokasi.

Hotel merupakan usaha jasa pelayanan yang cukup rumit pengelolaannya, dengan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dipergunakan oleh tamu-tamunya selama 24 jam (untuk klasifikasi hotel berbintang 4 dan 5). Di samping itu, usaha perhotelan juga dapat menunjang kegiatan para usahawan yang sedang melakukan perjalanan usaha ataupun para wisatawan pada waktu melakukan perjalanan untuk mengunjungi daerah-daerah tujuan wisata, dan membutuhkan tempat untuk menginap, makan dan minum serta hiburan.

Department yang ada di Hotel

  1. Room Departement:
  • Front Office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian depan hotel
  • Room Division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar
  • Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan kamar
  • Reservation, berfungsi menerima reservasi dari tamu dan agen
  • Roommaid/Roomboy, berfungsi menyiapkan dan membersihkan kamar
  • Bellboy, memberikan pelayanan mengantar & membawa barang tamu
  • Operator, berfungsi memberikan pelayanan melalui telepon
  1. Food & Beverage Departement:
  • Cook, berfungsi menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pd F & B produksi
  • Steward, berfungsi membantu cook membersihkan peralatan dapur
  • Waiter/Waitress, berfungsi memberikan pelayanan pd tamu dan bertugas pada F & B service
  1. Accounting Departement:
  • General Cashier, berfungsi mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bertugas pada back office
  • Income auditor, berfungsi melaporkan pendapatan hotel dan bertanggung jawab atas pengendaliannya
  • Credit, berfungsi melakukan analisa kredit kredit dan kebutuhan modal kerja hotel
  • Staff (accounting Receivable, Acconting Payable), berfungsi membantu pengadministrasian piutang dan hutang
  • Marketing/Sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel
  • Personnel, berfungsi dalam administrasi karyawan hotel
  1. Monor Departemen:
  • Operator, berfungsi memberikan pelayan telepon
  • Laundry, berfungsi memberikan pelayan laundry
  • Sport, berfungsi memberikan pelayanan fasilitas olahraga
  • Sauna dan lain-lain
  1. Fungsi Lain:
  • Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel
  • Security, berfungsi menjaga keamanan hotel
  • Houseman, berfungsi melakukan pembersihan area luar kamar

Gambaran Umum Aktivitas Industri Perhotelan

Secara umum, ruang lingkup kegiatan subsektor industri hotel meliputi penyediaan jasa di bidang perhotelan dengan segala fasilitas dan sarana penunjangnya yang terdiri dari :

  1. Akomodasi (yaitu ruang inap beserta seluruh kelengkapannya)
  2. Perkantoran (yaitu ruang kantor beserta fasilitas komunikasi)
  3. Pusat perbelanjaan (yaitu ruang toko beserta fasilitas penunjangnya)
  4. Apartemen (yaitu ruang huni permanen beserta kelengkapannya)
  5. Sarana rekreasi dan hiburan (contoh restoran, kafe, kolam renang, pusat kebugaran, sauna, dan lain-lain)
  6. Sarana penunjang lainnya (contoh areal parkir, binatu, banquet, jasa boga, pusat layanan kegiatan bisnis, tranportasi, pemesanan tiket, perwakilan agen wisata, dan lain-lain)

Oleh karena seluruh kegiatan yang tersebut di atas umumnya terintegrasi dalam satu lokasi, maka pihak manajemen hotel biasanya menerapkan konsep responsibility center untuk mengukur dan mengakui pendapatan dan bebannya. Secara umum, pihak manajemen hotel membagi pengelolaan manajemen menjadi dua bagian yaitu:

  1. Penyedia jasa selaku profit center
  2. Pemelihara sarana dan prasarana selaku cost center.

Dari segi status, pihak pengelola hotel dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

  1. Hotel Owner
  2. Hotel Operator
  3. Hotel Franchisor

INDUSTRI PERHOTELAN INDONESIA

Industri perhotelan di Indonesia merupakan salah satu kontributor devisa negara, terutama dalam kaitannya dengan pariwisata Indonesia.

Pariwisata & Akomodasi = HOSPITALITY INDUSTRY

Bidang studi Hospitality semakin hari semakin populer dan berharga, dikarenakan bidang pengetahuan hospitality selalu berkembang dan akan selalu dibutuhkan terutama dalam dunia kerja.

World Tourism Organization (WTO) menyatakan bahwa jumlah orang-orang yang melakukan aktivitas bepergian akan meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu maka kebutuhan tenaga kerja terampil untuk menjalankan kegiatan operasional dari segi layanan pariwisata, transportasi, hingga akomodasi akan selalu dibutuhkan untuk menunjang industri tersebut. Bahkan WTO juga menyatakan bahwa industri hospitality nantinya akan menjadi salah satu industri terbesar di dunia, dimana para profesional yang telah memahami hospitality dapat bekerja pada sektor strategis.

Apa yang dimaksud dengan esensi hospitality?

Terdapat penjelasan kamus mengenai hospitality, yaitu: keramahtamahan sebagai suatu bentuk penerimaan (penyambutan) untuk memberikan kenyamanan; atau secara praktis menciptakan suasana nyaman sebagai bentuk layanan. Industri hospitality dapat juga didefinisikan sebagai industri yang berhubungan dengan sifat keramahtamahan, pelayanan, dan memberikan kenyamanan kepada konsumen. Manajemen hospitality di sisi lain lebih berfokus ke arah studi mengenai tata kelola perusahaan berkaitan dengan penyediaan layanan akomodasi secara profesional.

Beberapa aspek manajemen hospitality:

Studi terhadap manajemen hospitality lebih banyak menekankan pada aspek bisnis dari suatu kegiatan operasional hospitality, seperti misalnya pengaturan keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, dll. Dengan tidak melupakan aspek-aspek penting seperti operasional hospitality, manajemen f&b, manajemen kantor depan, manajemen tata graha, manajemen pengelolaan acara, dan terutama esensi layanan pariwisata.

Indonesia dan prospek hospitality

Terlepas dari hal itu, terdapat juga sebuah survey yang menyatakan bahwa interaksi yang terjadi antara para turis dan para pekerja bidang hospitality di Indonesia terjalin sangat baik. Bahkan beberapa diantaranya juga saling menambahkan akun sosial media sebagai sarana dalam menjalin hubungan baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Negara Indonesia memang dikenal dengan budaya ramah, oleh karenanya bidang hospitality merupakan salah satu bidang yang sesuai untuk mengangkat nilai-nilai budaya terutama sebagai keramahan bangsa.

Author : Rena Annisa

Unit Laboratorium Fakultas Ilmu Terapan

View posts by Unit Laboratorium Fakultas Ilmu Terapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>