Mengenal Teknologi Spread Spectrum

Teknologi Spectrum Merupakan teknologi dengan teknik komunikasi yang menitik beratkan pada penggunaan bandwith dan power peak. Teknik ini juga lebi bnyak menggunakan modulasi LAN nirkabel, dan memiliki bentuk sinyal seperti sinyal noise. Teknologi ini juga memungkinkan kita untuk membawa sejumlah informasi yang sama seperti yang dapat dikirimkan dengan menggunakan narrowband carrier signal dan menyebarkan sinyal itu pada kisaran frekuensi yang jauh lebih besar. Sebagai contoh, kita mungkin menggunakan 1 MHz pada 10 Watt dengan narrowband, namun pada spread spectrum kita dapat menggunakan 20 MHz pada 100 mW. Dan berikut ini merupakan jenis spread spectrum.

  1. DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum)

Merupakan jenis spread spectrum yang paling luas dikenal dan paling banyak digunakan, karena sistem ini dikenal paling mudah implementasinya dan memiliki data rate yang tinggi. Jadi maksudnya teknologi DSSS ini sudah di terapkan pada semua perangkat LAN nirkabel yang sudah kita kenal dan berada di pasaran saat ini. Metode pengiriman data dari DSSS sendiri yaitu berada pada set frekuensi 22Mhz. Bagaimana DSSS ini bekerja? DSSS menggabungkan sinyal data pada stasiun pengirim dengan suatu data rate bit sequence yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai chipping code atau processing gain. Processing gain yang tinggi meningkatkan tahanan sinyal terhadap interferensi.

Gambar di atas menunjukan alokasi dari saluran DSSS dimana spesifikasi standart 802.11b yang hanya menetapkan 11 saluran untuk pemakaian tanpa ijin, Kita dapat melihat bahwa saluran 1 dan 2 bertumpang tindih (overlap) dengan suatu besaran yang signifikan. Sedangkan gambar di bawah ini merupakan model DSSS yang tidak bertumpang tindih.

Masih berada sama yaitu di frekuensi 2,4 GHz dengan kapasitas per kanal 22MHz dan memiliki rentang kekosongan 3MHz.

2. FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum)

Merupakan frekuensi hop dengan system pembaan dengan cara melompat dengan urutan yang bersifat pseudorandom. Pseudorandom adalah daftar frekuensi kemana arah frekuensi akan melompat dalam satu interval.

Gambar di atas memperlihatkan suatu frequency hopping system yang menggunakan urutan lompatan (hop sequence) 5 frekuensi pada suatu band yang berukuran 5 MHz. Dalam contoh ini urutannya adalah:

  1. 2.449 GHz 3. 2.448 Ghz
  2. 2.452 GHz 4. 2.450 Ghz
  3. 2.448 GHz 5. 2.451 Ghz

Setelah radio memancarkan informasi pada pembawa 2.451 GHz, radio tersebut akan mengulang hop sequence (urutan lompatan), kemudian dimulai lagi dari frekuensi 2.449 GHz. Proses pengulangan urutan lompatan akan terus berlanjut hingga informasi diterima secara lengkap. Radio Penerima disinkronisasi terhadap hop sequence radio pemancar agar dapat menerima frekuensi yang sesuai pada waktu yang tepat. Sinyal kemudian didemodulasi dan digunakan oleh komputer penerima.

3. OFDM (Orthogonal Frquency DivisionMultiplexing)

merupakan teknik pentransmisian data berkecepatan tinggi dengan menggunakan beberapa sinyal carrier secara parallel dalam pemodulasiannya. Sehingga data yang ditransmisikan akan mempunyai kecepatan yang lebih rendah. Teknik seperti ini dapat menghemat bandwidth kanal sistem komunikasi. Teknologi ini merupakan teknik mudulasi untuk komunikasi wireless broadband dimasa yang akan datang karena tahan melawan frekuensi selective fading dan interferensi narrowband dan efisien menghadapi multi-path delay spread. Berikut merupakan diagram block dari OFDM,

Prinsip kerja dari OFDM dapat dijelaskan sebagai berikut. Deretan data informasi yang akan dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga jika bit rate semula adalah R, maka bit rate pada tiap-tiap jalur parallel adalah R/N dimana N adalah jumlah jalur parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu sinyal akan dimodulasikan, kemudian akan dilakukan pembuatan symbol OFDM oleh IFFT. Setelah itu di kembalikan lagi dalam bentuk serial.

Gambar di atas merupaka spectrum dari sinyak OFDM, meskipun saling overlapping mereka tidak saling mengiterferensi. Dari gambar di atas jika ditarik suatu garis lurus maka nilai puncak dari suatu sub-carrier akan terhubung dengan nilai minimum dari sub-carrier yang ada di sebelahnya. Maka dari itu walaupun overlapping tidak akan terjadi interferensi.

 

-Aslab: Irfan Maulana Agung-

Unit Laboratorium Fakultas Ilmu Terapan

View posts by Unit Laboratorium Fakultas Ilmu Terapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>